2. Pengalaman Singkat Dengan SIM Master 3

Saat ini seluruh operator seluler di Indonesia sudah menggunakan kartu SIM GSM yang memiliki sistem proteksi untuk menghalangi proses cloning. Alangkah bijaksana jika kita membatalkan niat melakukan cloning untuk menghindari kerusakan kartu SIM kita. Tulisan ini tetap ditampilkan di interdimension.org hanya karena alasan historis semata.


SIM Master 3 dikemas dalam paket transparan yang mungil dan menarik. Pada bulan Juni 2003 produk ini ditawarkan dengan harga 400 ribu rupiah. Harga satu SIM GSM 8-in-1 kosong dijual secara terpisah dengan harga 200 ribu rupiah. Seiring dengan pertambahan waktu, harga jual dari produk ini cenderung mengalami penurunan.

Saat kita membuka kemasan SIM Master 3, kita akan memperoleh satu perangkat reader/writer kartu SIM GSM, satu kartu SIM GSM kosong yang dapat menampung delapan nomor (8-in-1), dan satu CDROM yang berisi beberapa program aplikasi.

Program aplikasi yang disediakan oleh SIM Master 3 adalah program aplikasi untuk melakukan scanning nilai Ki, program aplikasi untuk melakukan penulisan ke kartu SIM GSM kosong, dan program aplikasi untuk mengatur phone book yang tersimpan dalam kartu SIM GSM. Untuk pengguna Indonesia, pihak distributor (http://www.simmaster.biz) menyediakan user interface program aplikasi ini dalam Bahasa Indonesia.

Disamping program scanning yang dibuat sendiri oleh SIM Master 3, di dalam CDROM ini kita akan menemukan program aplikasi SIM Scan yang dibuat oleh Dejan Kaljevic. Distributor SIM Master Indonesia menyarankan konsumennya untuk menggunakan program SIM Scan saat melakukan scanning nilai Ki. Ini adalah saran yang sangat baik karena dengan menggunakan SIM Scan kerusakan kartu SIM GSM dapat lebih diminimalisasi.

 

Persiapan Sebelum Melakukan Cloning

Saat menerima paket SIM Master 3 yang penulis beli dari seorang kenalan via Internet, penulis segera memeriksa isi CDROM yang yang ada. Nasib kurang baik menimpa penulis karena sebagian besar file dari CDROM ini tidak dapat digunakan. File-file ini hanya terisi dengan karakter NULL (00). Penulis menduga hal ini terjadi karena proses duplikasi CDROM yang kurang sempurna.

Kendala dapat diatasi dengan men-download program aplikasi penunjang ini dari web site produsen SIM Master (http://www.inex-tw.com) atau dari web site distributor SIM Master Indonesia (http://www.simmaster.biz). Penulis memutuskan untuk men-download program aplikasi ini dari web site produsen dengan pertimbangan program aplikasi yang didistribusi dari web site mereka adalah program yang terbaru.

Kedua program aplikasi yang disediakan oleh SIM Master, yaitu SIM Magic Editor dan SIM Pro Backup, dapat di-install tanpa kendala apapun. Setelah membaca pengalaman dan rekomendasi di forum diskusi internasional, penulis memutuskan menggunakan program SIM Scan yang dibuat oleh Dejan Kaljevic untuk melakukan proses scanning kartu SIM GSM. Program SIM Scan yang disediakan oleh CDROM SIM Master adalah SIM Scan v2.0. Penulis menggunakan SIM Scan v2.01 yang di-download dari site yang disediakan oleh Dejan (http://users.net.yu/~dejan).

Perangkat keras sudah terhubung dan perangkat lunak pendukung telah ter-install tanpa hambatan. Setelah melakukan beberapa uji coba untuk memastikan bahwa reader/writer SIM Master dapat bekerja dengan baik maka proses cloning dapat segera dimulai. Uji coba ini dilakukan dengan cara membaca phone book dari kartu SIM GSM yang ada dengan bantuan program SIM Magic Editor.

Tujuan penulis membeli perangkat SIM Master 3 ini karena penulis berniat untuk meng-clone ketiga kartu SIM GSM dari penyedia jasa yang berbeda dan menempatkannya ke dalam satu kartu SIM GSM saja.

Aktivitas menggonta-ganti kartu yang selama ini penulis lakukan terasa sebagai kegiatan yang sangat tidak efisien. Jika tindakan gonta-ganti kartu ini dilakukan dalam kurun waktu yang cukup lama, kerusakan mekanis pada dudukan kartu SIM GSM yang ada pada pesawat handphone tentu tidak dapat dihindari.

Sebagai informasi tambahan, berikut ini adalah informasi singkat dari kartu SIM GSM yang penulis gunakan dan akan dicoba untuk di-clone dengan SIM Master 3:

  • Mentari (Satelindo) edisi 10th Satelindo, address book 250 entry.

  • IM3 Smart, address book 250 entry.

  • Simpati (Telkomsel) Double Impact, address book 200 entry.

Seluruhnya merupakan kartu SIM GSM untuk layanan pra-bayar (pre-paid).

 

Suka-duka Saat Cloning

Kurun waktu yang dibutuhkan oleh SIM Scan v2.01 untuk mendapatkan nilai Ki dari kartu SIM GSM sangat beragam.

Dari pengalaman yang penulis dapatkan, dibutuhkan waktu dua jam lebih lamanya untuk mendapatkan nilai Ki dari kartu SIM GSM Mentari dan Simpati dengan mengatur SIM Scan pada modus operasi "No Strong Ki" dan "A38 Limit". Menurut Dejan dalam petunjuk penggunaan SIM Scan, setting ini merupakan modus operasi paling aman untuk melakukan scanning terhadap kartu SIM GSM.

Pengalaman yang cukup membuat frustasi adalah saat penulis melakukan scanning terhadap kartu IM3 Smart. Setelah lebih dari delapan jam berjalan dan SIM Scan telah melakukan 60 ribu lebih percobaan, nilai Ki dari kartu SIM GSM ini masih belum berhasil didapat.

Mengikuti petunjuk penggunaan SIM Scan, segera proses scanning dihentikan untuk mengganti modus operasinya. Kali ini SIM Scan dijalankan dari awal dengan modus "Strong Ki" and "No A38 Limit". Dibutuhkan waktu belasan jam lamanya untuk mendapatkan nilai Ki dari kartu SIM GSM IM3 Smart. Sungguh suatu proses yang melelahkan dan hampir membuat penulis memutuskan untuk menyerah saja terhadap kartu IM3 ini.

SIM Scan akan menghasilkan file imsi_ki.dat jika proses scanning yang dilakukan berhasil. File dalam format teks ini berisi informasi nilai Ki dan IMSI dari kartu SIM GSM kita:

IMSI:000000000000000000 Ki:00000000000000000000000000000000

 

Agar data hasil scanning ini dapat digunakan oleh program SIM Pro Backup untuk mentransfernya kedalam kartu SIM GSM 8-in-1 data IMSI dan Ki ini masih harus dilengkapi dengan informasi SMSC (Short Message Service Center) yang spesifik untuk setiap penyedia jasa layanan seluler. Pihak distributor SIM Master Indonesia sudah menyiapkan data SMSC penyedia jasa layanan seluler di Indonesia. Penggabungan data imsi_ki.dat dengan SMSC dapat dilakukan dengan mudah oleh orang awam sekalipun karena pihak distributor juga telah menyiapkan batch file untuk membantu proses ini. Hasil dari proses penggabungan ini adalah satu baris informasi dalam file teks seperti berikut ini:

IMSI:000000000000000000 Ki:00000000000000000000000000000000 SMSC:0000000000000000000000000000000000000000000000000000 00000000000000000000000000000000000000000000000000

 

Proses penulisan ke kartu SIM GSM 8-in-1 merupakan pekerjaan yang mudah dan menyenangkan. SIM Pro Backup hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja untuk menulis informasi ini kedalah kartu kosong.

 

Hasil Akhir Dari Proses Cloning SIM Master 3

Setelah seluruh data dari ketiga kartu berhasil ditulis ke dalam kartu SIM GSM 8-in-1, kartu ini penulis masukkan kedalam handphone Siemens C55.

Setelah handphone dihidupkan kita akan menemukan satu menu baru yang bertuliskan "Super SIM". Melalui menu ini kita dapat memilih nomor mana yang ingin kita aktifkan. Menu ini akan tampil pada handphone apa saja yang mendukung penggunaan menu STK yang ada pada kartu SIM GSM.

Memang dengan teknologi ini kita tidak dapat mengharapkan bahwa seluruh nomor yang kita tulis kedalam kartu SIM GSM 8-in-1 dapat hidup secara bersamaan. Limitasi ini adalah limitasi dari pesawat handphone yang hanya memiliki satu unit transmitter dan receiver. Limitasi ini hanya dapat dihilangkan jika terdapat lebih dari satu unit transmitter dan receiver pada pesawat handphone yang kita gunakan.

Beberapa kekurangan yang penulis rasakan dari kartu SIM Master 8-in-1 ini adalah:

  1. Saat kita menyalakan handphone, default entry dari nomor yang aktif berada pada entry ke tujuh. Entah mengapa pihak produsen membuat entry ke tujuh ini sebagai default entry, tidak ada alasan yang kuat yang dapat mendukung keputusan ini sehingga penulis percaya bahwa hal ini kemungkinan besar merupakan kesalahan design, terlebih lagi default entry ini tidak dapat kita ubah ke nomor-nomor lain.

  2. Jumlah SMS maksimum yang dapat ditampung dalam kartu SIM GSM 8-in-1 ini sangatlah sedikit. Hanya 10 SMS. Sehingga kita harus mengandalkan memory SMS yang ada pada handphone.

  3. Jumlah entry pada phonebook yang juga terlalu sedikit. Hanya 170 entry yang dapat kita masukkan.

  4. Saat handphone kita mati-hidupkan atau saat kita menggantikan nomor yang aktif melalui menu "Super SIM", entry yang ada pada Last Dial Number tidak tersimpan dengan baik, entry Call Received dan Missed Call akan menghilang.



1. Kartu SIM GSM Dapat di-Cloning
3. Pengalaman Singkat Dengan SIM MAX III