interdimension.org  |  Teknologi Informasi  |  Gadgets  |  Opini  |  Site Map
Print version
XL: Salah Satu Mitos Telekomunikasi Indonesia
 

Hadi Jayani, 9 Desember 2006


"Tergoda" dengan harga yang dapat dikatakan terjangkau, dua ratus lima puluh ribu rupiah per bulan untuk paket data GPRS yang bebas tanpa batas, akhirnya timbul rasa ingin tau untuk mencoba produk yang diberi judul cukup gagah: Layanan Xplor Corporate, Unlimited GPRS. Dan ternyata… kesimpulannya adalah sangat mengecewakan…

Banyak sekali pihak-pihak mengatakan bahwa penyedia layanan data GPRS yang terbaik di Indonesia adalah layanan yang disediakan oleh PT. Excelcomindo Pratama, Tbk karena perusahaan ini telah menggelar jaringan serat optik dalam skala nasional. Apakah benar demikian adanya?

Kehandalan XL dalam bidang komunikasi data ternyata hanya mitos belaka. Sama seperti mitos yang mengatakan bahwa Telkomsel adalah penyedia layanan seluler dengan sinyal yang paling kuat hingga ke pelosok-pelosok desa.

Sangatlah menyedihkan jika ada perusahaan yang "tega" mengandalkan kegiatan usahanya pada layanan GPRS yang disediakan oleh perusahaan telekomunikasi yang dimiliki oleh Telekom Malaysia Berhad ini. Kecepatan transfer data melalui GPRS XL secara kasar dapat dikatakan hanya dibawah sepertiga dari kecepatan yang kita peroleh saat menggunakan Telkomnet Instan melalui dial-up modem. Bahkan untuk browsing web site XL saja susahnya minta ampun.

XL - Xtra Lemot

Sering kita dengar bahwa untuk mempermudah urusan mendapatkan sambungan PSTN Telkom kita dapat menggunakan jasa "tangan-tangan di balik layar". Ternyata hal ini berlaku pula di perusahaan swasta seperti Excelcomindo. Kita dapat dengan mudah memperolah layanan "Xplor Corporate Unlimited GPRS" melalui calo-calo yang menawarkan jasanya di belantara dunia maya…

Ah, Indonesia-ku… Adakah layanan yang benar-benar murah dan meriah?

Tidak heran mengapa para investor telekomunikasi berbondong-bondong masuk ke Indonesia… Mereka tergiur karena "layanan yang tidak mudah, tidak meriah" tetap dapat dipasarkan dengan mudah di Nusantara. Mengejar investasi atau sedang obral jual diri kah negara kita ini sebenarnya? (Hadi)